Apa Perbedaan Antara Kotoran dan Kompos

Apa Perbedaan Antara Kotoran dan Kompos

Perbedaan utama antara pupuk kandang dan kompos adalah bahwa pupuk kandang biasanya adalah kotoran hewan dan merupakan produk sampingan dari peternakan, sedangkan kompos adalah campuran dari berbagai komponen dan merupakan kumpulan bahan limbah yang berbeda.

Pupuk kandang dan kompos merupakan penambah kesuburan tanah yang penting. Bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

ISI

1. Ikhtisar dan Perbedaan Kunci
2. Apa itu pupuk kandang
3. Apa itu Kompos
4. Kotoran vs Kompos dalam Bentuk Tabular
5. Ringkasan – Pupuk kandang vs Kompos

Apa itu pupuk kandang?

Pupuk kandang adalah bahan organik yang digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian dan sebagian besar mengandung kotoran hewan. Ada juga komponen lain dalam pupuk kandang, seperti kompos dan pupuk hijau. Pupuk kandang biasanya memberikan kontribusi terhadap kesuburan tanah dan kandungan nutrisi total tanah. Ini dapat menambah bahan organik dan nutrisi ke dalam tanah. Pupuk hara yang paling umum dapat ditambahkan ke tanah adalah nitrogen, yang digunakan oleh bakteri tanah, jamur, dan organisme lain di dalam tanah.

Di zaman modern, kami menggunakan tiga kelas utama pupuk kandang dalam pengelolaan tanah. Ini adalah pupuk kandang, kompos, dan pupuk hijau. Kotoran hewan merupakan jenis pupuk kandang yang umum mengandung feses. Bentuk kotoran hewan yang paling umum termasuk pupuk kandang dan bubur pertanian. Kotoran ternak juga mengandung bahan tanaman seperti jerami yang digunakan sebagai tempat tidur hewan. Bahan tanaman ini juga menyerap kotoran dan urin hewan.

Gambar 01: Reservoir Beton membuat Bubur Pupuk

Jika pupuk kandang berbentuk cair, kami menyebutnya bubur. Terbentuk dari sistem pemeliharaan ternak yang intensif. Beton atau bilah digunakan untuk formasi ini. Kotoran hewan yang berbeda memiliki kualitas dan komposisi yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaannya juga berbeda. Misalnya, kotoran kuda, sapi, babi, domba, ayam, kalkun, kelinci, dan guano dari burung laut memiliki komposisi yang berbeda. Ini karena hewan ini memakan berbagai hal. Misalnya, kotoran domba kaya akan nitrogen dan kalium. Kotoran babi memiliki jumlah keduanya yang relatif rendah. Karena kuda biasanya memakan rumput dan beberapa gulma, kotorannya mengandung rumput dan benih gulma karena mereka tidak dapat mencerna benih seperti sapi.

Apa itu Kompos?

Kompos dapat digambarkan sebagai sisa-sisa bahan organik yang terurai, dan itu adalah sejenis pupuk kandang. Umumnya, kompos berasal dari tumbuhan tetapi seringkali mengandung kotoran hewan dan bahan alas tidur. Oleh karena itu, kompos merupakan campuran dari berbagai bahan yang bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah. Biasanya, kompos terbentuk dari sisa tanaman dan makanan yang membusuk, termasuk daur ulang bahan organik. Dekomposisi ini menghasilkan campuran yang kaya nutrisi tanaman dan beberapa organisme bermanfaat. Organisme ini termasuk cacing dan miselium jamur. Biasanya, kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah di kebun, lanskap pertanian, hortikultura, pertanian perkotaan, dll.

Gambar 02: Lokasi Pembuatan Kompos

Penggunaan kompos memiliki berbagai manfaat yang berbeda, antara lain menyediakan unsur hara bagi tanaman, sebagai pembenah tanah, meningkatkan kandungan humat dalam tanah, dan memperkenalkan koloni bakteri baru ke dalam tanah untuk menekan spesies patogen dalam tanah.

Pada tingkat yang sederhana, pengomposan umumnya membutuhkan pengumpulan campuran hijau yang berasal dari limbah hijau dan cokelat yang berasal dari limbah cokelat. Hijau berasal dari bagian tumbuhan yang kaya akan nitrogen, seperti daun, rerumputan, dan sisa makanan. Coklat, di sisi lain, berasal dari bahan kayu seperti batang, kertas, dan serpihan kayu.

Apa Perbedaan Antara Pupuk dan Kompos?

Pupuk kandang dan kompos merupakan sumber penting nitrogen dan unsur hara lainnya di dalam tanah. Perbedaan utama antara pupuk kandang dan kompos adalah bahwa pupuk kandang biasanya adalah kotoran hewan dan merupakan produk sampingan dari peternakan, sedangkan kompos adalah campuran dari berbagai komponen dan merupakan kumpulan bahan limbah yang berbeda.

Ringkasan – Pupuk kandang vs Kompos

Pupuk kandang adalah bahan organik yang digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian dan sebagian besar mengandung kotoran hewan. Kompos adalah sisa-sisa bahan organik yang membusuk, dan itu adalah sejenis pupuk kandang. Perbedaan utama antara pupuk kandang dan kompos adalah bahwa pupuk kandang biasanya adalah kotoran hewan dan merupakan produk sampingan dari peternakan, sedangkan kompos adalah campuran dari berbagai komponen dan merupakan kumpulan bahan limbah yang berbeda.

Referensi:

1. “Kompos.” Encyclopædia Britannica, Encyclopædia Britannica, Inc.

Kesopanan Gambar:

1. “Kolam pupuk kandang di Haikou 01” Oleh Anna Frodesiak – Pekerjaan sendiri (CC0) melalui Commons Wikimedia
2. “Situs kompos jerman” Oleh Crystalclear – Pekerjaan sendiri (CC BY-SA 3.0) melalui Commons Wikimedia

Leave a Comment