Apa Perbedaan Antara Konstruktivisme dan Kognitivisme

Apa Perbedaan Antara Konstruktivisme dan Kognitivisme

Perbedaan utama antara konstruktivisme dan kognitivisme adalah bahwa konstruktivisme menjelaskan bahwa pembelajar menggunakan pengetahuan sebelumnya untuk memahami pengetahuan baru, sedangkan kognitivisme menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui pemrosesan informasi secara internal.

Konstruktivisme dan kognitivisme adalah dua teori pembelajaran yang populer dalam pendidikan. Banyak pendidik menggunakan teori ini untuk memberikan pengalaman mengajar yang efektif kepada siswa mereka.

ISI

1. Ikhtisar dan Perbedaan Kunci
2. Apa itu Konstruktivisme
3. Apa itu Kognitivisme
4. Konstruktivisme vs Kognitivisme dalam Bentuk Tabular
5. Ringkasan – Konstruktivisme vs Kognitivisme

Apa itu Konstruktivisme?

Konstruktivisme dianggap sebagai bagian dari Teori Pembelajaran Perkembangan Kognitif. Konstruktivisme didasarkan pada gagasan bahwa pengetahuan dibangun oleh peserta didik dari pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya. Banyak pendidik telah mengadaptasi konstruktivisme untuk membantu siswa mereka dalam belajar. Dalam konstruktivisme, pembelajar menggunakan pengetahuan mereka sebelumnya dan membangun hal-hal baru dari apa yang mereka pelajari.

Ada berbagai prinsip konstruktivisme. Pengetahuan dibangun, dan itu dibangun di atas pengetahuan sebelumnya. Dengan demikian, pengetahuan, pengalaman, dan keyakinan siswa sebelumnya penting dalam kelanjutan pembelajaran. Pada saat yang sama, belajar adalah proses aktif. Untuk memahami proses pembelajaran, peserta didik harus terlibat dalam kegiatan seperti diskusi dan kegiatan kelompok. Oleh karena itu, pembelajaran aktif terjadi dalam proses ini.

Prinsip spesifik lain dalam konstruktivisme adalah belajar adalah kegiatan sosial. Pembelajaran yang terisolasi tidak berhasil, dan pendidikan progresif mengakui bahwa interaksi sosial adalah salah satu cara belajar yang utama. Dengan demikian, pendidik membantu siswa dengan percakapan, interaksi, dan penerapan kelompok untuk mempertahankan pengetahuan. Ada berbagai jenis konstruktivisme sebagai konstruktivisme kognitif, konstruktivisme sosial, dan konstruktivisme radikal. Kelemahan utama konstruktivisme adalah kurangnya struktur.

Apa itu Kognitivisme?

Kognitivisme adalah teori yang berfokus pada proses pikiran. Menurut teori kognitivis, cara seseorang belajar ditentukan oleh cara pikiran orang itu menerima sesuatu. Dasar kognitivisme adalah ketika siswa mempelajari hal baru, pengetahuan sebelumnya selalu membuat hubungan dengan pengetahuan baru.

Pikiran selalu berusaha membuat hubungan antara faktor eksternal dengan pengetahuan internal. Ada strategi pembelajaran kognitif yang digunakan oleh pendidik untuk menyediakan lingkungan belajar yang efektif bagi peserta didik. Pendidik menggunakan strategi yang berbeda-beda pada awal, tengah, dan akhir suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, ini membantu untuk membuat koneksi di otak para pembelajar. Salah satu contoh terbaik dari kognitivisme adalah memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan sebelumnya. Strategi awal meliputi panduan antisipasi, dan strategi tengah meliputi peta konsep, kegiatan penyortiran, dan pencatatan, sedangkan strategi akhir meliputi pertanyaan refleksi dan perbandingan dan kontras.

Apa Perbedaan Antara Konstruktivisme dan Kognitivisme?

Perbedaan utama antara konstruktivisme dan kognitivisme adalah bahwa konstruktivisme menjelaskan bahwa pembelajar menggunakan pengetahuan sebelumnya untuk memahami pengetahuan baru, sedangkan kognitivisme menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui pemrosesan informasi secara internal. Selain itu, meskipun pelajar adalah peserta aktif dalam konstruksi pengetahuan baik dalam konstruktivisme maupun kognitivisme, guru atau instruktur memainkan peran yang berbeda dalam dua teori pembelajaran ini. Instruktur memfasilitasi lingkungan belajar aktif dengan pendekatan konstruktif, sedangkan instruktur menciptakan lingkungan di mana aktivitas dan proses berpikir berlangsung dalam kognitivisme.

Selanjutnya, strategi seperti kegiatan kelompok interaktif digunakan dalam teori konstruktif, sedangkan kegiatan menyortir dan kegiatan mencatat lebih banyak digunakan dalam kognitivisme. Juga, dalam teori konstruktif, pembelajar menggunakan pengetahuan mereka sebelumnya untuk memahami, sedangkan dalam kognitivisme, pikiran pembelajar selalu berusaha membuat hubungan dengan faktor eksternal dan pengetahuan internal. Selain itu, ada prinsip yang berbeda dalam konstruktivisme, tetapi tidak ada prinsip khusus untuk kognitivisme.

Di bawah ini adalah ringkasan perbedaan antara konstruktivisme dan kognitivisme dalam bentuk tabel untuk perbandingan berdampingan.

Ringkasan – Konstruktivisme vs Kognitivisme

Perbedaan utama antara konstruktivisme dan kognitivisme adalah konstruktivisme mengacu pada bagaimana peserta didik belajar dan menjelaskan bahwa peserta didik membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan mereka sebelumnya dalam pemahaman, sedangkan kognitivisme menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui pemrosesan informasi secara internal.

Referensi:

1. “Apa itu Konstruktivisme?Universitas Gubernur Barat21 Oktober 2020.
2. Michela, Ester. “Kognitivisme.” Buku EdTech1 Januari 1970.

Kesopanan Gambar:

1. “Pengaturan ruang kelas” Oleh CommunicationsTCS – Pekerjaan sendiri (CC BY-SA 4.0) melalui Commons Wikimedia
2. “Teori belajar” Oleh Mikel Agirregabiria (CC BY-NC-SA 2.0) melalui Flickr

Leave a Comment